10 FUN FACT TENTANG KEMERDEKAAN INDONESIA


Assalamualaikum sobat mahasiswa!

    Hari ini, 17 Agustus, adalah hari yang sangat spesial untuk kita semua. Tepat di tanggal inilah, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan dan jadi tonggak awal berdirinya bangsa kita.
Btw kalau tentang kemerdekaan Indonesia, biasanya yang kepikiran langsung itu teks proklamasi, bendera pusaka, dan upacara di Istana Merdeka. Tapi ternyata, di balik peristiwa bersejarah itu ada banyak kisah unik dan menarik. Nah, berikut ini ada 10 fun fact tentang kemerdekaan Indonesia yang bisa bikin kamu bilang, “Oh ternyata gitu, ya!”

1. Naskah Proklamasi Sempat Dibuang ke Tempat Sampah


    Siapa sangka, teks proklamasi asli hasil ketikan Sayuti Melik pernah dianggap “tidak penting” lalu terbuang ke tempat sampah di rumah Laksamana Maeda. Untungnya, tokoh pers BM Diah menemukannya dan menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari sampai akhirnya diserahkan ke Presiden Soeharto pada tahun 1992. Sekarang naskah itu disimpan rapi di Arsip Nasional.

2. Bendera Pusaka Dijahit Tengah Malam


    Bendera merah putih pertama dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri Bung Karno. Menariknya, kain yang dipakai bukan kain baru, tapi potongan kain sederhana yang beliau punya. Jahitannya pun dilakukan tengah malam sebelum proklamasi, jadi benar-benar penuh perjuangan.

3. Upacara Pertama Sederhana Banget


   Upacara proklamasi 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56 ternyata berlangsung sangat sederhana. Tiang bendera hanya terbuat dari bambu yang ditancapkan di halaman rumah, dan musik pengiring pun cuma berupa lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama-sama, tanpa orkestra.

4. Jepang Sebenarnya Belum Resmi Kalah Saat Proklamasi


  Waktu Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, status Jepang sebenarnya masih “menguasai” Indonesia secara de jure, karena menyerah kepada Sekutu baru diumumkan resmi beberapa hari setelahnya. Jadi, proklamasi Indonesia benar-benar sebuah keberanian luar biasa.

5. Jepang Sempat Mau “Ngatur” Proklamasi

 Ternyata, sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945, Soekarno, Hatta, dan dr. Radjiman sempat diterbangkan ke Dalat, Vietnam. Di sana mereka bertemu Marsekal Terauchi yang menyampaikan rencana Jepang untuk “memberikan” kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus 1945 sebagai hadiah.
Tapi, para pejuang kita langsung menolak ide itu. Mereka sepakat bahwa kemerdekaan tidak boleh datang dari pemberian pihak lain. Kemerdekaan Indonesia harus lahir dari perjuangan dan tekad bangsa sendiri!

6. Upacara 17 Agustus Pertama di Istana Baru Terjadi 1950


    Banyak yang mengira sejak 1945 upacara langsung diadakan di Istana Merdeka. Faktanya, upacara kenegaraan pertama di istana baru dilakukan tahun 1950 setelah pengakuan kedaulatan. Sebelumnya, upacara peringatan masih sederhana di berbagai tempat.

7. Rahasia di balik naskah proklamasi


  Siapa sangka, teks Proklamasi Indonesia yang jadi tonggak lahirnya bangsa ini ternyata diketik menggunakan mesin ketik milik Angkatan Laut Jerman yaitu Dr. Hermann Kandeler!
Ceritanya begini waktu itu naskah proklamasi yang ditulis tangan oleh Soekarno harus segera diketik agar bisa dibacakan secara resmi. Tapi ada kendala, Jepang tidak memiliki mesin ketik dengan huruf Latin di Jakarta. Akhirnya, seorang pemuda bernama Sayuti Melik dipinjamkan mesin ketik dari kantor perwakilan Angkatan Laut Jerman.
Jadi, salah satu momen paling penting dalam sejarah Indonesia justru ditulis dengan alat milik negara asing. Unik banget kan, kalau dipikir-pikir, kemerdekaan kita lahir lewat sebuah mesin ketik yang bukan milik Indonesia sendiri, tapi tetap jadi saksi bersejarah terbentuknya Republik.

8. Kisah pengibaran bendera merah putih


    Tau nggak sih? Awalnya Ibu Trimurti diminta buat ngibarin bendera Merah Putih pas Proklamasi. Eh, tapi beliau menolak karena merasa itu tugas yang lebih pas dilakukan prajurit. Akhirnya, Latief Hendraningrat (prajurit PETA) yang naik ke panggung sejarah itu, dibantu sama Soehoed. Dan voila! Merah Putih pun berkibar megah untuk pertama kalinya!

9. Proklamasi Hampir Dilaksanakan di Lapangan Ikada


    Awalnya, para pemuda ingin proklamasi diumumkan di Lapangan Ikada (sekarang Monas), biar bisa disaksikan banyak rakyat. Tapi Bung Karno menolak karena khawatir terjadi bentrok dengan tentara Jepang. Akhirnya dipilihlah rumah di Pegangsaan Timur 56.

10. Teks Proklamasi Ditulis Tangan Bung Karno


    Draf asli proklamasi sebenarnya ditulis tangan oleh Bung Karno di rumah Laksamana Maeda, sebelum akhirnya diketik oleh Sayuti Melik. Tulisannya sederhana, bahkan ada coretan-coretan, tapi dari situlah lahir sebuah pernyataan yang mengubah nasib bangsa.

    Itulah beberapa fakta menarik di balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dari cerita-cerita tersebut, kita bisa belajar bahwa kemerdekaan lahir dari keberanian, kebersamaan, dan tekad yang kuat.
Momen 17 Agustus seharusnya bukan hanya jadi perayaan seremonial, tapi juga pengingat bahwa tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu. Dengan cara apa? Dengan berkarya, menjaga persatuan, dan memberi manfaat bagi sesama.

“Merdeka itu bukan hanya bebas dari penjajahan, tapi juga mampu berdiri tegak, berbuat baik, dan memberi arti untuk orang lain.”

billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat
Wassalamualaikum


Refrensi:
Max, B, S. (2019). Mengenal Indonesia. Jakarta: Penerbit Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOMBA POSTER IMM FIK UMJ 2024

Demo 28 Agustus 2025: Ketika Suara di Bungkam