Belajar Menghargai Diri dan Senantiasa Memantaskan Diri


Bismillahirrahmaanirrahiim…

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Perjalanan waktu yang membuatku lebih memahami tentang diriku, tentang hidupku
Dulu sekali, dimana aku belum sedewasa ini
Sering kali aku melakukan sesuatu tanpa memikirkan dan mempertimbangkan apa yang akan terjadi setelah melakukan suatu hal
Dulu sekali, aku pernah menjadi seseorang yang hanya bernafas dan bergerak tanpa tujuan hidup
Alhamdulilah, sekarang sudah mulai meyadari akan pentingnya tujuan hidup
Perlu kita ingat, dalam mengambil sikap haruslah dengan akal sehat tentunya dengan tuntunan cahaya
Yaa, cahaya yg menerangi akal dan hati
Cahaya hidayah yang selama ini berada disekitar kita tetapi terabaikan
Pernahkah kita dengan sadar membuka hati untuk menerima cahaya hidayah?
Atau pernahkah kita dengan sadar menggunakan akal untuk memperhatikan cahaya hidayah yang ada disekitar kita?
Aku baru menyadari bahwa hidayah sesungguhnya ada dua, pertama ajaran yang disebarkan oleh para nabi, rasul, dan ulama terpercaya yang merupakan jalan untuk hidayah yang kedua yaitu cahaya  hidayah berupa peneguhan hati dalam iman
Hidayah itu dijemput bukan ditunggu, sebelumnya pasti kita berpikir bahwa kita belum mendapat hidayah
Padahal hidayah tersebut ada disekitar kita
Maka dari itu, kita harus menjemput hidayah untuk kita jadikan sebagai pedoman hidup
Bukankah untuk menuju suatu tempat kita butuh pedoman?
Maka untuk menuju Tuhan pun kita butuh pedoman
Alhamdulilah, semoga kita semua masih memiliki hati yang tidak mati untuk menyadari kebenaran, bahwa menutup aurat secara benar merupakan perintah dalam pedoman tersebut, menutup aurat dalam islam adalah dengan menggunakan jilbab dan kerudung.

(Qs. An-Nur : 31) dan (Qs. Al-Ahzaab : 59)

Berdasarkan pedoman tersebut kita memahami bahwa menutup aurat dalam islam adalah menjulurkan kain keseluruh tubuh kecuali wajah dan tangan serta tidak menampakkan lekuk tubuh. Kita harus menyadari bahwa kewaiban perempuan adalah  menutup aurat dengan benar, bukan mengikuti tren busana atau pengaruh media.
Maka, setelah kita ketahui kewajiban kita sebagai muslimah untuk menutup aurat,
Apakah kita akan melawan dan menjadi fasik? Yaitu orang-orang yang percaya pada pedoman yang dibawa oleh sang rasul tetapi mengingkari kebenaran tersebut
Sungguh maha baik Allah dengan segala perintahnya, Allah sangatlah mencintai dan memuliakan perempuan
Sebagai bentuk ketaataan kita pada Allah dan sebagai identitas serta melindungi kita dari perliku buruk dan niat buruk orang lain
Kita harus memhami bahwa akan ada balasan masing-masing pada setiap ketaataan dan ketidaktaatan
Jangan menjadi  perempuan yang dijanjikan tidak akan mencium bau Surga.

(H.R Muslim no 2128)
Laki-laki yang tidak suka saat kamu menutup aurat secara benar dengan hijab tidak pantas menjadi imammu, perintah tuhannya saja ia langgar bagaimana kamu berharap membangun keluarga yang sakinah mawaddah warohmah bersamanya
Berhijab itu ketika kamu sudah baligh bukan ketika kamu sudah baik
Perintah berhijab itu menutup aurat dengan benar dari kepala sampai kaki bukan menghijabi hati
Untuk kalian yang belum menutup aurat, siapnya kapan? Kematian tidak akan menunggumu siap.


Malaikat maut mengunjungi kita setiap 70 kali dalam sehari atau setiap 21 menit dan bisa saja malaikat menjemput kita kapan saja. Jangan sampai kita menggunakan kain kafan sebagai hijab yang benar untuk pertama kalinya
Sangat menghawatirkan bukan bila saat malaikat menjemput, kita dalam keadaan bermaksiat?
Apalagi ketika sedang berkhalwat, perlu kita ketahui cinta adalah fitrah manusia dari sang pencipta tetapi harus diarahkan sesuai dengan pedoman agama yaitu cinta yang semakin mendekatkan kita pada Allah bukan cinta yang megikuti hawa nafsu yang penuh rayuan gombal dan mendekatkan diri pada zina, baik itu zina mata, zina pikiran, zina hati, dan zina yang lebih jauh lagi.
Perlu kita sadari, bahwa perempuan adalah pihak yang paling dirugikan dalam aktivitas pacaran karena perempuan disentuh oleh laki-laki yang belum makhromnya atau belum pasti menjadi suaminya, dilain sisi menghalangi datangnya laki-laki yang lebih baik karena menyangka bahwa perempuan itu dekat dengan laki-laki yang menjadi pacarnya.
Harus kita sadari, bahwa sebagai wanita kita boleh berharap mendapatkan  laki-laki yang sholeh tetapi lelaki yang sholeh tidak akan mengajak pacaran dan akan menjaga sikapnya terhadap perempuan
Sungguh tidak ada keridhoan Allah didalam pacaran

Jika hanya sekedar untuk mencari penjagaan, kasih sayang, dan perhatian
Masih ada orangtua dan keluarga yang lebih berhak
Jika hanya merasa sendiri dan kesepian cukuplah Allah sebagai pelengkap hati, pemilik jiwa dan raga

Yukk belajar menghargai diri sendiri dengan tidak menjadi hamba Allah yang Takabbur dan selalu menjaga hati untuk senantiasa memantaskan diri,
Jangan sampai kita selalu sibuk mencari hati untuk dicintai
Padahal kita tahu, cintaNya Allah pada kita
Melebihi cintanya siapapun didunia ini

Tulisan ini sebagai pengingat untuk diri sendiri (Self Reminder) bahwa sangatlah penting bagi kita sebagai umat muslim untuk selalu menghargai diri sendiri, dan senantiasa memantaskan diri.
Penulis sadar, bahwa tulisan ini jauh dari kata sempurna begitu juga apa yang ditulis tidak selalu mencerminkan pribadi penulis. Maka dari itu mohon kritik dan saran untuk kedepannya agar blog ini menjadi lebih bermanfaat.

*Tulisan ini terinspirasi dari sebuah film renungan dari channel youtub Atar Koswara Rusli, buat teman-teman yang penasaran atau ingin menonton filmnya, bisa check di youtub yaa*

Sekian dan terimakasih, semoga bermanfaat😊

Salam dari Bidang Tabligh,
Semoga kita senantiasa menjadi penyampai dalam hal-hal yang baik

Billahi Fii Sabililil Haq, Fastabiqul Khairot
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarokatuh...

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 FUN FACT TENTANG KEMERDEKAAN INDONESIA

LOMBA POSTER IMM FIK UMJ 2024

Demo 28 Agustus 2025: Ketika Suara di Bungkam